POLMAS.CO.ID
SIMALUNGUN — 7 nov 2026.Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Kabupaten Simalungun yang di ketuai : SURI HARIANTO, sekretaris: ROMA SYAFI’I bendahara: SISAM,menggelar Rapat Pleno I sekaligus Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) HKTI se-Kabupaten Simalungun. Kegiatan strategis ini diselenggarakan sebagai langkah konsolidasi menyeluruh guna memperkuat struktur organisasi serta merumuskan program kerja nyata yang berpihak langsung kepada para petani di akar rumput.
Rapat yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban namun tetap khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus harian DPC HKTI Simalungun, Ketua dan Sekretaris PAC dari 13 kecamatan, serta sejumlah tokoh tani dan muspida setempat.

Konsolidasi dan Penguatan Struktur Organisasi
Dalam sambutannya, Ketua DPC HKTI Simalungun menegaskan bahwa Rapat Pleno I ini merupakan momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyamakan persepsi dalam menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan.
“HKTI bukan sekadar organisasi formal, tetapi rumah besar bagi para petani. Melalui Rapat Pleno I dan Koordinasi ini, kita ingin memastikan bahwa struktur organisasi dari tingkat kabupaten hingga kecamatan (PAC) benar-benar solid, aktif, dan siap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak serta kesejahteraan petani di Simalungun,” ujar Ketua DPC HKTI Simalungun.
Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus tingkat cabang dan anak cabang. Menurutnya, persoalan yang dihadapi petani di lapangan—mulai dari kelangkaan pupuk bersubsidi, fluktuasi harga hasil panen, hingga akses terhadap teknologi pertanian modern—hanya dapat diselesaikan melalui koordinasi yang cepat, tepat, dan terstruktur.
Pemaparan Program Kerja dan Isu Strategis Pertanian
Agenda rapat dilanjutkan dengan pemaparan program kerja prioritas dan diskusi interaktif bersama para Ketua PAC se-Kabupaten Simalungun. Sejumlah isu krusial yang mendominasi jalannya rapat koordinasi antara lain:

Distribusi Pupuk Bersubsidi: Para pengurus PAC menyampaikan berbagai kendala di lapangan terkait distribusi pupuk bersubsidi yang kerap tidak tepat sasaran atau mengalami keterlambatan, begitu juga masalah permodalan yang di resahkan oleh para petani, harapan besar agar pemerintah bisa mensuport dana demi mempermudah kelangsungan para petani . DPC HKTI Simalungun berkomitmen untuk mengawal penyaluran pupuk bersama instansi terkait agar petani tidak merugi dan mendapat dukungan permodalan dari pemerintah.
Peningkatan Produktivitas dan Teknologi Tani: HKTI Simalungun berencana menggandeng Dinas Pertanian dan pihak swasta untuk memberikan pelatihan, penyuluhan, serta memfasilitasi akses terhadap bibit unggul dan alat mesin pertanian (alsintan).
Pemberdayaan Ekonomi Petani dan Akses Pasar: Diskusi juga menyoroti pentingnya memutus rantai distribusi yang terlalu panjang agar petani mendapatkan harga jual yang layak, serta mendorong terbentuknya hilirisasi produk pertanian lokal di Kabupaten Simalungun.
Komitmen Bersama Menyongsong Masa Depan Pertanian Simalungun
Menjelang akhir acara, seluruh peserta Rapat Pleno I dan Koordinasi membacakan ikrar komitmen bersama untuk mengibarkan panji-panji HKTI di seluruh penjuru Kabupaten Simalungun serta siap mendampingi kelompok-kelompok tani dalam menyelesaikan berbagai persoalan agraria dan produksi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, DPC HKTI Simalungun optimis bahwa gerakan pemberdayaan petani di Kabupaten Simalungun akan semakin terarah, solid, andal, dan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat tani di Bumi Habonaron Do Bona
( Sam, Pimred )




















Komentar